Ketika Timor-Timur berpisah dari Indonesia, perisahan harus terjadi,
terhadap dua kakak beradik yang saling menyayangi, mereka terpaksa harus
hidup dalam kondisi dan lokasi yang berbeda, dikarenakan kepentingan
yang sangat tidak mereka mengerti, menjadikan Merry (10 th) harus
tinggal berdua saja dengan ibunya…Tatiana (29 th) disebuah kamp
pengungsian di Kupang NTT. Sementara kakak laki-lakinya Mauro (12 th)
tinggal bersama pamannya… di Timor Leste!
Tatiana dan anaknya…Merry, hidup di sebuah kamp pengungsian bersama
ratusan ribu orang pengungsi lainnya. Di antaranya Abubakar seorang
keturunan Arab yang sudah turun temurun hidup dan tinggal di Timor-Timur.